Kritik pengaruh globalisasi yang terdigitalisasi dan tersisihnya budaya lokal

Assalamualaikum Wr. Wb. Berjumpa lagi dengan saya Ummi Sumardiansyah Mahasiswa Baru dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, disini saya akan menulis tugas blog saya di tema ke tiga yaitu "Kritik pengaruh globalisasi yang terdigitalisasi dan tersisihnya budaya lokal." 

Sebelum membahas dan masuk di tema ketiga saya akan mengulang dan memperkenalkan mengapa sih kalian harus kuliah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya? Dan disana ada fasilitas apa sih sampai sampai para mahasiswa betah di Kampus?

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya berada di bawah naungan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya atau di singkat YARSIS, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya didirikan pada tahun 2013 yang sebelumnya merupakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan STIKES YARSIS. UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA memiliki visi menjadi perguruan tinggi terkemuka dan profesional dalam ilmu teknologi dan seni atau iptek, dengan jiwa kewirausahaan serta berjati diri islami. 

Saat ini Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya merupakan institusi dengan akreditasi B, dengan memiliki 6 fakultas dan 20 program studi, 4 program sudah terakreditasi A, dan 16 program lainnya sudah terakreditasi 

Pertama, Rumah Sakit A. Yani dan Rumah Sakit Jemursari fasilitas tersebut apabila ada mahasiswa yang cedera atau membutuhkan pertolongan. Rumah Sakit itulah yang menjadi fasilitas mereka. Kedua, Laboratorium Kesehatan, Laboratorium terpadu untuk kedokteran, Laboratorium Virtual Reality, Laboratorium K3, Laboratorium Keperawatan, Laboratorium Kebidanan, Laboratorium Komputer, Laboratorium Tari. Dan fasilitas ini akan digunakan sesuai jadwal praktikum yang di bentuk di prodi masing-masing. Ketiga, WiFi zone. Keempat, kantin sehat. Kelima, Gazebo. Keenam, Perpustakaan.

Membahas tema ke tiga di blog ini, Pengaruh globalisasi memiliki dampak positif dan negatif antara lain. Dampak positif globalisasi: Berkembangnya pengetahuan dan teknologi, mempertinggi pandangan hidup kerja, sampai arus ekonomi yang tinggi. Dampak negatif globalisasi: kejenjangan sosial, hingga pola hayati konsumtif tentu menjadi faktor merugikan.

Tidak hanya itu, adanya bullying, foya-foya, pergaulan bebas merupakan arus dampak dari globalisasi. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal di tengah maraknya globalisasi. Masyarakat perlu mempelajari kebudayaan supaya kenal atau tau tentang sejarah dari budaya lokal. Selain itu, festival budaya harus sering diselenggarakan untuk mendorong masyarakat agar sadar betapa indahnya kekayaan Indonesia ini. Dan kita sebagai rakyat Indonesia harus bangga akan buatan atau keragaman budaya lokal, jangan sampai budaya lokal masuk dan menguasai Indonesia kita lagi.

Sekian blog hari ke-3 dengan tema "Kritik pengaruh globalisasi yang terdigitalisasi dan tersisihnya budaya lokal." Waalaikumussalam Wr. Wb.

- Facebook: https://www.facebook.com/unusaofficialfb

- Instagram: https//www.instagram.com/unusa_official/https//www.instagram.com/unusa_official/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Rahmatan Lil' Alamin yang asyik, anti perundungan dan dan anti narkoba

Peran mahasiswa untuk lingkungan sehat Indonesia maju 2030 dan Implementasi Strategi Critical Thingking untuk Peningkatan Prestasi